Ia juga menuturkan, bahwa sejauh informasi yang ia terima, korban tidak diperintah secara resmi oleh pengelola untuk membantu pekerjaan tersebut.

“Setahu saya tidak disuruh. Kemungkinan itu inisiatif sendiri dari almarhum,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, pihak Koperasi Syariah Nusa Umat menyampaikan permohonan maaf dan memastikan akan melakukan evaluasi internal.

“Kami selalu mengingatkan pengelola, jika berkaitan dengan hal-hal berbahaya, jangan sampai melibatkan karyawan. Ini di luar kuasa kami dan tidak ada unsur kesengajaan,” tegas Homaidi.

Ia berharap ke depan seluruh pengelola swalayan NU lebih berhati-hati dan memperketat standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang.***