Mengenai kronologi kejadian, Homaidi menjelaskan, bahwa saat itu swalayan sedang melakukan perbaikan atap. Korban disebut membantu tukang yang tengah memperbaiki seng di atap bangunan.

“Kebetulan tukangnya itu adalah paman dari korban. Almarhum membantu memperbaiki seng di atap swalayan,” jelasnya.

Diduga, seng yang diperbaiki berdekatan dengan kabel listrik PLN, sehingga memungkinkan terjadinya aliran listrik akibat gesekan atau kontak langsung.

“Mungkin karena jarak seng dengan kabel PLN sangat dekat, lalu korban memegangnya,” ungkap Homaidi.