“Setelah almarhum sampai di rumah duka, kami semua pengurus hadir, bersilaturahmi, dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban,” kata Homaidi, saat diwawancara MaduraPost melalui sambungan telepon di Sumenep, Minggu sore.

Terkait operasional swalayan, Homaidi mengakui bahwa toko sempat ditutup setelah insiden terjadi, namun tidak sampai satu hari penuh.

“Swalayan langsung kami tutup, tapi tidak satu hari penuh. Sekitar sore kami buka kembali. Bukan karena tidak berempati, tapi juga mempertimbangkan kebutuhan konsumen yang hendak berbelanja,” ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan itu bukan berarti pihak pengelola mengabaikan rasa duka keluarga korban.

“Bukan tidak ditutup sama sekali, ditutup, hanya beberapa jam. Intinya kami juga memikirkan kebutuhan konsumen yang lain,” tambahnya.