SUMENEP, MaduraPost - Kritik terhadap pekerjaan rehabilitasi SDN Brakas V kian menguat. Anggota Komisi IV Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Samie’oddien, angkat suara dan menilai persoalan yang ditinggalkan kontraktor pelaksana menunjukkan lemahnya tanggung jawab pihak ketiga dalam proyek pendidikan.
Samie’oddien mengaku telah menyampaikan langsung temuan tersebut kepada Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">Dinas Pendidikan Sumenep yang baru, Moh. Iksan, termasuk soal sisa material bangunan yang masih berserakan meski kegiatan belajar mengajar (KBM) telah berjalan.
“Saya sudah sampaikan, pertama masih ada waktu untuk menyelesaikan kekurangan. Kedua, sisa-sisa atau limbah bangunan itu harus segera dibereskan, karena sekolah sudah efektif dan KBM sudah berjalan. Harus ada komunikasi tegas dengan CV yang mengerjakan,” kata Samie’oddien, Selasa (20/1) pagi, saat dihubungi MaduraPost.
Ia menegaskan, keluhan serupa tidak hanya terjadi di SDN Brakas V. Saat Komisi IV melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Longos, Dungkek, Lapataman Laok, Jambu, dan beberapa lokasi lain, ditemukan banyak persoalan pascaproyek rehabilitasi.
“Keluhan ini sudah masuk ke kami. Polanya sama, pekerjaan selesai di atas kertas, tapi menyisakan masalah di lapangan,” ujarnya.