Kondisi tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga. Di samping itu, sejumlah fasilitas layanan kesehatan mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi optimal, sementara kebutuhan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui belum sepenuhnya terpenuhi.

Merespons berbagai tantangan tersebut, Save the Children Indonesia menekankan perlunya strategi Anak" class="inline-tag-link">perlindungan anak yang menyeluruh dan saling terhubung.

"Memasuki 2026, organisasi ini menetapkan sejumlah fokus utama, antara lain penguatan keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan, sistem perlindungan yang lebih kuat, serta keterlibatan aktif anak, guru, dan orang tua," katanya, Rabu (14/1).

Upaya lain yang dianggap mendesak adalah memperluas literasi adaptasi terhadap krisis iklim dan mendorong aksi iklim yang relevan bagi anak, sekaligus memastikan hak-hak anak terpenuhi dalam masa pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dessy menambahkan, bahwa menuju visi Indonesia Emas 2045, investasi paling strategis adalah menjamin anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mampu bertahan menghadapi krisis serta perubahan zaman.