SUMENEP, MaduraPost - Transformasi digital memberi peluang luas bagi anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan diri dan belajar hal baru.
Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman yang tak ringan, terutama terhadap kesehatan mental dan aspek Anak" class="inline-tag-link">perlindungan anak.
Bersamaan dengan itu, krisis iklim yang semakin terasa turut memengaruhi pemenuhan hak-hak dasar anak, mulai dari akses pangan, pendidikan, hingga rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Gambaran tersebut diungkapkan Save the Children Indonesia dalam diskusi media awal tahun 2026. Organisasi kemanusiaan ini menilai bahwa anak-anak Indonesia saat ini berada di tengah dua tantangan besar sekaligus meningkatnya risiko di ruang digital serta dampak langsung perubahan iklim.
Merujuk pada Studi Save the Children Indonesia 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak, hampir empat dari sepuluh anak usia sekolah menengah pertama tercatat menghabiskan waktu antara tiga hingga enam jam per hari untuk berinteraksi dengan layar gawai.