Selain tekanan dari dunia digital, anak-anak Indonesia juga dihadapkan pada dampak serius krisis iklim.

Laporan Voluntary National Review (VNR) SDGs 2025 menunjukkan bahwa perubahan iklim telah menggerus berbagai hak anak, terutama melalui gangguan terhadap kesehatan, pola makan, serta stabilitas ekonomi keluarga.

Situasi ini turut meningkatkan kerentanan anak dalam konteks perlindungan, khususnya saat terjadi bencana.

Kajian yang dilakukan Save the Children bersama Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2025 mengungkapkan bahwa ketersediaan air bersih di sejumlah lokasi pengungsian masih belum merata.