SUMENEP, MaduraPost - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Sumenep menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin, 12 Januari 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas kembali mencuatnya wacana pemilihan kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, melalui DPRD atau mekanisme pemilihan tidak langsung.
Para mahasiswa menilai gagasan itu berpotensi memangkas hak politik warga negara dan dinilai sebagai langkah mundur bagi praktik demokrasi di Indonesia.
Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Sumenep, Hidayatullah, menyampaikan bahwa rencana menghidupkan kembali Pilkada tidak langsung bertentangan dengan semangat reformasi dan prinsip kedaulatan rakyat yang selama ini menjadi dasar sistem demokrasi nasional.
Ia menegaskan, dalam negara demokrasi, rakyat seharusnya tetap menjadi pemegang kekuasaan tertinggi, termasuk dalam menentukan siapa yang akan memimpin daerahnya.