Sebelumnya, kritik terhadap penindakan rokok ilegal di Madura disampaikan Zainal Arifin dalam Forum Peduli Petani Tembakau dan Pengusaha Hasil Tembakau Indonesia (FP3TI) yang digelar di Hotel Sahid, Surabaya, Selasa (9/12).
Dalam forum tersebut, Zainal menilai operasi penertiban lebih banyak menyasar pelaku usaha kecil, sementara aktor besar yang menjadi sumber persoalan dinilai belum tersentuh.
Ia bahkan menyebut Madura sebagai pihak yang paling dirugikan dalam kebijakan penindakan rokok ilegal tahun ini.
“Kenyataannya, Madura justru menjadi korban kebijakan Bea Cukai. Yang aneh, polisi juga ikut melakukan penangkapan,” ujar Zainal dalam forum tersebut.
Zainal menilai adanya tumpang tindih kewenangan antarinstansi justru memperparah beban yang harus ditanggung pelaku industri kecil dan rumah tangga.