Membangun daerah, kata mereka, tidak bisa dilakukan dengan cara memecah belah. Di tengah ancaman penyalahgunaan narkoba dan menurunnya moral generasi muda, Kangean membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan perang komentar di dunia maya.
“Kalau semua sibuk saling menuding, siapa yang mau membangun. Kangean tak boleh tenggelam dalam kebencian digital. Sudah saatnya kita kembali waras, dan berpihak pada masa depan," tukasnya.***