SUMENEP, MaduraPost - Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini menghadapi babak baru dalam dinamika sosialnya.

Bukan lagi sekadar perdebatan soal pembangunan dan eksplorasi seismik, tetapi pergeseran perilaku sebagian warganya di ruang digital.

Sejumlah pihak yang menolak kegiatan seismik di wilayah tersebut justru dituding menjelma menjadi “pasukan maya” yang menebar ujaran kebencian di media sosial.

Berbagai unggahan yang menentang pembangunan di Kangean kini tak jarang disertai serangan pribadi, fitnah, hingga upaya memecah belah masyarakat.

Dalam satu hari, bisa muncul puluhan komentar bernada provokatif dari akun yang berbeda, namun diduga dikendalikan oleh orang yang sama. Fenomena ini menciptakan kabut informasi yang sulit ditembus antara fakta dan rekayasa opini.