SUMENEP, MaduraPost - Dalam perhelatan Literasi+2025" class="inline-tag-link">Festival Literasi 2025 yang diprakarsai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, isu pelestarian budaya melalui karya tulis kembali mengemuka.
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya setiap karya cetak maupun digital memiliki tempat penyimpanan yang terjamin, dilindungi secara hukum, dan disiapkan cadangan digital agar tetap bisa ditelusuri hingga ratusan tahun ke depan.
“Setiap karya harus dipastikan memiliki wadah yang jelas, perlindungan hukum, serta pencadangan digital supaya masih bisa ditemukan 100 tahun dari sekarang,” seru Bupati Fauzi, Senin (22/9).
Pernyataan ini senada dengan tema Festival Literasi tahun ini, “Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi Lewat Tradisi”, yang digagas untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Sebagai bagian dari acara, ribuan judul buku ditawarkan dengan harga terjangkau melalui bazar literasi, guna menarik kembali minat generasi muda terhadap bacaan fisik.