KOLOM, MaduraPost - Gelombang rakyat Pati, arogansi kekuasaan dan tuntutan mundur untuk Bupati Sudewo.

“Aksi massa tidak mengenal fantasi kosong seorang tukang putsch, seorang anarkis, atau tindakan berani dari seorang pahlawan. Aksi massa berasal dari orang banyak untuk memenuhi kehendak ekonomi dan politik mereka.” - Tan Malaka.

Mengingat kembali kejadian demonstrasi besar-besaran di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hal itu bukan sekadar menunjukkan kemarahan masyarakat, melainkan bukti bahwa tidak ada kekkuasaan yang layak dijadikan kebanggaan atau andalan untuk menindas rakyat.

Sikap arogan pemerintah terhadap rakyat menunjukkan kegagalan seorang pemimpin yang seharusnya merakyat. Padahal rakyat hanya ingin mendapatkan haknya dan hidup sejahtera tanpa diperas habis-habisan.

Selain kebijakan yang kontroversial, Bupati Pati juga menunjukkan sikap angkuh dengan nada menantang. Hal ini memicu lahirnya gerakan revolusi besar dari masyarakat sebagai bukti bahwa akal sehat rakyat masih ada.