Kenaikan PBB-P2 250%: Disetujui dengan alasan belum pernah ada kenaikan selama 14 tahun, namun memicu penolakan luas hingga akhirnya dibatalkan pada 8 Agustus 2025.
Regrouping sekolah: Kebijakan penggabungan sekolah mengakibatkan guru honorer kehilangan kesempatan mengabdi.
Selain itu, Bupati Sudewo juga menantang massa aksi, bahkan menyatakan, “Siapa yang akan melakukan aksi? Yayak Gundul? Silakan lakukan! Jangan hanya 5 ribu orang, 50 ribu orang pun saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mundur satu langkah.”
Gelombang protes pada Rabu, 13 Agustus 2025 memperlihatkan jarak yang melebar antara pemerintah kabupaten dan warganya. Ribuan orang turun ke jalan menuntut Bupati mundur, meskipun PBB sudah dibatalkan.
Sudewo datang menemui massa dari kendaraan taktis yang dilindungi aparat kepolisian dan menyampaikan permintaan maaf, namun tetap menegaskan tidak akan mundur dengan alasan mandat demokratis.