SUMENEP, MaduraPost - Angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Indonesia terus mengalami peningkatan yang mencemaskan, termasuk di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Fenomena ini tak hanya menjadi perhatian nasional, tapi juga menuai reaksi keras dari berbagai elemen mahasiswa.

Ketua PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep, Diky Alamsyah, mengkritisi peran negara yang dinilai belum optimal dalam merespons persoalan ini.

Ia menuding Dinas Sosial P3A Sumenep gagal menunjukkan komitmen serius dalam menangani kasus kekerasan yang terus berulang.

"Banyak pihak yang terkesan hanya bicara tanpa aksi. Negara, khususnya instansi terkait, tampak belum punya pola kerja yang efektif dalam mencegah maupun menanggulangi kekerasan seksual," tegas Diky saat diwawancarai MaduraPost, Senin (28/7).