Selain berperan sebagai pelaksana teknis, ia berharap para peserta pelatihan ini juga dapat berfungsi sebagai penggerak edukasi di tengah masyarakat.

“Mereka yang setiap hari bertemu masyarakat harus mampu menyampaikan pesan-pesan penting tentang hidup sehat, pola makan yang benar, serta bahaya konsumsi gula berlebihan dan rokok,” imbuhnya.

Pada hari pertama pelatihan, dua pemateri utama dihadirkan. Dr. Mohammad Kristian, dari RSI Garam Kalianget menyampaikan materi seputar tata laksana medis terkini dalam penanganan DM.

Sementara itu, dr. Didik Permadi, dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengulas aspek rehabilitasi pasien diabetes, termasuk proses pemulihan setelah mengalami komplikasi.