“Diabetes kini tak lagi hanya menyerang penduduk kota atau usia lanjut. Saat ini, kita menghadapi kenyataan bahwa penyakit ini juga menjangkiti penduduk desa dan kelompok usia produktif. Jika kita tidak menyiapkan tenaga medis dari sekarang, maka risiko keterlambatan diagnosis dan penanganan akan semakin besar,” ujar Syamsuri, Selasa (8/7).

Ia menekankan pentingnya peran fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas sebagai lini terdepan dalam upaya deteksi dini.

“Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar pula peluang kesembuhan dan makin kecil kemungkinan munculnya komplikasi,” jelasnya.

Syamsuri juga menegaskan, bahwa skrining risiko harus menjadi kegiatan rutin di lapangan, bukan hanya dilakukan saat program tertentu.