Namun, penjelasan itu belum sepenuhnya meredam kekecewaan orang tua. Banyak yang merasa minim informasi karena tidak tergabung dalam grup WhatsApp atau paguyuban resmi.
“Saya bahkan tidak pernah tergabung di grup wali murid. Kalau dari awal sudah diberi tahu, kami bisa nabung dulu. Sekarang mendadak disuruh bayar, ya terpaksa. Kasihan anak saya kalau nggak ikut,” lanjut orang tua tersebut.
Ia berharap, ke depan, pihak sekolah lebih transparan dan membuka ruang musyawarah sebelum menggelar kegiatan rutin yang menuntut biaya besar dari orang tua siswa.***