Ia juga menegaskan, bahwa jika tuntutan ini tidak dipenuhi, mahasiswa siap untuk melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.
"Kami tidak akan tinggal diam. Kami ingin kampus ini terbebas dari dosen yang tidak bermoral. Jika pimpinan kampus tetap bungkam, kami akan turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar," imbuhnya dengan lantang.
Tidak lama setelah aksi berlangsung, para mahasiswa akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sumenep" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Sumenep, M. Fauzi.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa keputusan dari pihak kampus akan diumumkan paling lambat pada Jumat, 28 Maret 2025.
"Jika hingga tenggat waktu tersebut belum ada keputusan, saya sendiri yang akan mengundurkan diri dari jabatan saya," tegas Fauzi.