Irul mengangguk setuju. Menurutnya, tarawih bukan sekadar ibadah, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan dengan warga sekitar.
“Ibadah ini membuat kita lebih dekat dengan Allah sekaligus menjaga silaturahmi. Apalagi, kita bisa mendengar ceramah yang menyejukkan hati,” kata Irul.
Malam itu, imam masjid membacakan surat-surat panjang dalam salat tarawih, membuat sebagian jamaah tampak mulai kelelahan. Namun, Irul dan Wardi tetap berusaha menikmati setiap rakaat.
“Kalau sudah rakaat ke-10 ke atas, kaki mulai pegal. Tapi saya ingat ini kesempatan ibadah setahun sekali. Sayang kalau dilewatkan,” ujar Wardi dengan nada bercanda.