SUMENEP, MaduraPost - Banyak koperasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadapi tantangan besar akibat tingginya jumlah koperasi yang tidak aktif.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh tim dari provinsi, dari total 1.565 koperasi yang terdaftar, sebanyak 791 koperasi dinyatakan tidak aktif.
Situasi ini menunjukkan perlunya upaya serius dalam merevitalisasi koperasi agar tetap relevan dan memiliki daya saing di tengah perubahan ekonomi.
Menanggapi hal ini, Sumenep" class="inline-tag-link">anggota Komisi II Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, H. Masdawi mengungkapkan, bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi koperasi adalah kurangnya fokus pada satu bidang usaha tertentu.
“Koperasi harus lebih terarah dalam sektor usahanya. Tidak bisa mencakup semua bidang sekaligus. Jika bergerak di sektor perikanan, maka harus benar-benar fokus di sana. Begitu pula dengan koperasi simpan pinjam, pertanian, atau pariwisata,” kata Masdawi dalam keterangannya pada wartawan, Minggu (16/2).