Setiap produk di galeri akan disertai deskripsi mendetail, termasuk sejarah, makna filosofis, proses pembuatan, serta informasi mengenai lokasi pusat produksinya.
"Kami akan melengkapinya dengan galeri keris, ukiran kayu, batik, dan berbagai produk khas Sumenep lainnya. Akan ada penjelasan rinci tentang sejarah dan proses pembuatannya, sehingga bisa menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung," tambahnya.
Pembangunan Monumen Tugu Keris ini menelan biaya sebesar Rp 2,5 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun 2023. Proyek ini dikelola langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
Dengan kehadiran tugu ini, Bupati Fauzi berharap, sektor pariwisata Sumenep semakin berkembang, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).