Menurutnya, pembangunan monumen ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para perajin keris di Sumenep yang telah berjuang melestarikan warisan budaya.

Lebih dari sekadar monumen, Tugu Keris juga dirancang sebagai pusat ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Dengan lokasinya yang strategis di pintu masuk Kabupaten Sumenep, area sekitar tugu akan difungsikan sebagai tempat peristirahatan (rest area) bagi para wisatawan dan pengguna jalan.

Bupati Fauzi menjelaskan, bahwa rest area ini nantinya akan dilengkapi dengan galeri yang memamerkan kekayaan seni dan budaya Sumenep, mulai dari keris, ukiran kayu, batik, hingga kuliner khas daerah.

"Masyarakat yang singgah di sini tidak hanya beristirahat, tetapi juga bisa mengenal lebih dalam tentang budaya Sumenep melalui berbagai produk yang dipamerkan," tuturnya.