SUMENEP, MaduraPost – Asisten Pengacara LL, Sutrisno, mengkritik keras Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terkait penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa kliennya.

Menurut Sutrisno, pihak kampus tidak menunjukkan netralitas dalam menyikapi kasus tersebut dan cenderung melindungi terduga pelaku, YP.

"Pihak kampus ini seolah-olah melindungi YP. Tapi kan jangan sampai ada istilah anak tiri dan anak emas. Semuanya harus adil, tidak tebang pilih," kata Sutrisno belum lama ini, Sabtu (18/1).

Salah satu poin kritis yang diangkat Sutrisno adalah absennya pendampingan dari pihak kampus terhadap korban saat melapor ke Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep.

"Ketika korban melapor, pihak kampus sama sekali tidak mendampingi. Tetapi setelah kasus ini mencuat, rektor malah hadir ke Polres. Ini mengundang tanda tanya besar," ujarnya.