Rasyidi menduga, bahwa pimpinan sidang sengaja melanggar aturan untuk menghalangi pencalonan Harir.

"Saya mohon maaf kepada sahabat-sahabat jika sikap saya terlihat tidak baik. Namun, saya sangat kecewa. Bukan soal siapa yang menang, tetapi saya ingin agar tata tertib kembali sesuai dengan PO," kata alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini.

Selain itu, Rasyidi juga mengungkapkan bahwa Qumri Rahman, yang mencalonkan kembali sebagai Ketua PC Sumenep" class="inline-tag-link">GP Ansor Sumenep, diduga tidak memenuhi syarat karena tidak pernah mengikuti pelatihan kader lanjutan (PKL).

Qumri menyertakan sertifikat PKL yang diadakan di Sumenep pada 2016, tetapi Rasyidi mengklaim bahwa saat itu Qumri tidak terdaftar sebagai peserta PKL.

Masalah ketiga, menurut Rasyidi, adalah Qumri seharusnya tidak bisa mencalonkan kembali sebagai ketua karena gagal memimpin selama empat tahun terakhir.