Setibanya di lokasi, pelaku meminta istrinya untuk tetap berdiri menunggu korban, sementara pelaku bersembunyi di semak-semak sambil memegang pipa besi.
Saat korban tiba, pelaku keluar dari persembunyiannya dan memukul kepala korban dua kali dengan pipa besi.
Aksi ini sempat dihalangi oleh istrinya, namun pelaku mengancam dan menyuruh istrinya pulang.
Setelah istri pelaku meninggalkan lokasi, pelaku mengeluarkan tali tampar dan menjerat leher korban hingga korban tidak bernafas.
Baca Juga:Lima Pimpinan Tinggi Pratama di Sumenep Digeser, Bupati Fauzi: Perubahan dengan Segala Tantangannya
Lalu, pelaku memindahkan jenazah korban dengan mengikat tangannya menggunakan sarung yang dipakai korban pada badan pelaku dan menggendongnya sekitar 300 meter dari lokasi pembunuhan.