"Dengan mengenakan pakaian milik istrinya, pelaku mencoba menyamar untuk bertemu dengan korban, tetapi tidak berhasil menemukan lokasi pertemuan," kata Biantoro dalam konferensi pers di Mapolres Sumenep, Senin (12/8) siang.
Selanjutnya, pelaku kemudian kembali ke rumah, mengganti pakaian, dan memaksa istrinya untuk menghubungi korban lagi guna mengatur pertemuan di tempat biasa.
Setelah korban menyetujui, istri pelaku diminta menunjukkan tempat pertemuan yang terletak di persawahan sekitar 300 meter dari rumah mereka.
Pelaku yang sudah membawa pipa besi dan tali tampar mengikuti istrinya ke tempat tersebut.