Ia menilai aneh jika hingga saat ini masih belum ada kejelasan. “Berarti perencanaannya kurang matang, sehingga tidak menjadi prioritas untuk dicairkan,” paparnya.
Suroyo juga mengkritik organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang dianggap kurang serius dalam mengembangkan perekonomian di tingkat kecamatan atau desa.
“Tentu kami menyayangkan dengan adanya keterlambatan itu. Jika matang perencanaannya, usahanya kan mesti sudah jalan sekarang,” sambung dia.
Moh Dahlal, salah satu Pendamping Desa di Sumenep mengatakan, bahwa sistem administrasi di desa atau kecamatan perlu dibenahi.
Menurutnya, di era digital ini seharusnya sudah lebih mudah mengakses persyaratan administrasi yang dibutuhkan.