"Masak pengurus partai ngomongnya sembarangan, bilang hewan (barakay dalam Bahasa Madura, red) apakah itu bisa dibilang sebagai seorang organisatoris?," tanya kembali Moh. Hosni.

Statement inilah yang kemudian menjadi muara sengkarut di tubuh internal Sumenep" class="inline-tag-link">DPD Partai Nasdem Sumenep.

Di mana, Moh. Hosni merasa tersinggung dengan sikap buruk para pengurus DPC Partai Nasdem Sumenep saat berada di dalam grup WhatsApp internal partai.

Sebab itu, ia memilih untuk membubarkan grup internal DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep karena merasa tidak dihargai sebagai seorang ketua partai.

"Saya ada buktinya semua, ada yang bilang (anjing, red) dan segala macam," bebernya.