Tujuannya, demi terwujudnya pengentasan kemiskinan yang membelenggu Kabupaten Sumenep selama di posisi lima teratas se Jawa Timur.

Kesembilan, memperbaiki skema dan formulasi pada belanja dana transfer, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan prioritas peningkatan kapasitas ekonomi desa, sesuai dengan potensi dan keunggulan masing-masing desa.

Saat ini, Hayat juga mengaku, sedang menyoroti beberapa persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih dalam penyusunan APBD tahun 2023.

"sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep juga harus melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan APBD," kata Hayat.

"Dari kemarin kami cukup kesulitan mencari data-data untuk menjadi bahan kajian teman-teman. Bahkan sempat mengirimkan beberapa surat ke beberapa OPD. Namun, tidak ada satu pun yang merespon," kata Hayat lebih lanjut.