Untungnya, cekcok antar pekerja dan warga tidak berlangsung lama. Akhirnya, para pekerja turun meninggalkan alat berat tersebut dengan bercebur ke laut.

Warga mengawalnya hingga sampai daratan pesisir pantai Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih.

”Aksi warga ini semata-mata untuk melindungi supaya laut tetaplah laut, tidak dijadikan bangunan apapun termasuk tambak,” kata Ketua Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi), Amirul Mukminin pada awak media, Minggu (21/5).

Pihaknya menduga, para penggarap memaksakan kegiatannya untuk membuat tanggul-tanggul sebagai batas penguasaan atas lahan tersebut.