"Sudah empat tahun lamanya, nasib Para PKL terkatung-katung tanpa kejelasan, nunggu apa lagi tempat itu akan di resmikan dan dilaunching," imbuhnya.

Selain itu, Basid menyinggung bobroknya tatanan birokrasi, menurutnya Kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten PLT.

"Hampir 100% setiap OPD dipimpin oleh seorang PLt, ini ada apa, Apakah Kota ini sudah kehabisan orang-orang cerdas, aktif dan produktif,?" Ujar Basid.

Selain itu, mantan aktivis GMNI itu menilai, bahwa Bupati Pamekasan Gagal memimpin Pamekasan.

"Indikasinya jelas, berapa banyak kasus dugaan korupsi bahkan mega Korupsi yang hingga kini belum tuntas, mulai dari kasus mobil sigap yang sudah masuk penyidikan namun sampai saat ini tak kunjung ada tersangka, tak mungkin jika para PKL atau Rakyat Kecil mampu intervensi kasus itu, jadi tak berlebihan jika masyarakat menduga ada campur tangan Penguasa dalam kasus itu," teriaknya