SURABAYA, MaduraPost - Sejumlah 26 orang anggota dari 24 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Non Govermance Organazation (N.G.O) Pamekasan berunjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Kamis (28/10/2021).

Aksi demo yang digelarnya (N.G.O Pamekasan, red) bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda itu menyoal adanya realisasi dana Hibah Pemprov Jatim yang direalisasikan di Wilayah Madura khususnya di Kabupaten Pamekasan yang realisasinya tercium aroma korupsi.

Dalam aksinya, mereka menuntut agar DPRD Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan evaluasi dari semua kegiatan proyek yang bersumber dananya bersumber dari dana Hibah tahun anggaran 2019 - 2020 yang direalisasikan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) tersebut .

Kemudian mereka meminta supaya tiga pokok DPRD Provinsi Jatim dikembalikan sesuai dengan tupoksinya, menuntut agar Gubernur Jatim bertanggung jawab terhadap beberapa realisasi proyek yang realisasinya amburadul dan tidak di SPJ-kan serta menuntut agar DPRD Jatim itu membentuk tim pengawas independen di tiap-tiap kecamatan yang anggotanya dari warga setempat.

Menurut Zaini Wer Wer selaku Ketua N.G.O Pamekasan sekaligus salah satu Korlap aksi dalam orasinya meminta tolong agar daerah Jawa Timur khususnya Pamekasan jangan dijadikan sebagai tempat sampah korupsi dana hibah.