"Kami selaku masyarakat Madura meminta kepada seluruh anggota DPRD Jatim tidak lagi menjadikan Madura sebagai lahan memperkaya diri dari dana Hibah," teriak Zaini Wer Wer (Ketua LSM KOMAD)

Sementara Korlap aksi yang lain dalam orasinya (Tosan, Abdus Marhaen Salam, Abdurrahem dan Juma'i) senada mengatakan, disinyalir telah terjadi tindakan transaksional dan kongkalikong antara Aspirator dengan Koordinator pada realisasi proyek dana hibah di setiap daerah di Jatim, utamanya di Kabupaten Pamekasan. Dan hal itu kata mereka, sudah bukan rahasia umum lagi.

"Hal yang sangat miris itu adalah dari seluruh titik paket proyek yang digelar di Pamekasan, kurang lebih lima puluh persennya kami indikasikan banyak penyimpangan. Artinya, melanggar hukum dan perundang-undangan yang ada," kata Abdus Marhaen Salam (Ketua FAMAS)

Maka atas dasar hal itu dan beberapa data hasil investigasi yang dimilikinya, kata Abdurrahem (Korlap aksi, red), pihaknya datang menggelar aksi demonstrasi tersebut. Dan aksi yang dilakukannya itu sebagai bentuk perjuangan dan perlawanan terhadap tindakan-tindakan yang disinyalir adanya tindakan melawan hukum.