Dari data-data yang diuraikan diatas, sebagian besar yang menjadi latar belakangnya adalah kemiskinan. Secara tidak langsung pernikahan dini merupakan masalah yang dapat menjadi penghalau dari tercapainya kemerdekaan bagi seorang perempuan.
Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa cukup banyak seorang perempuan yang putus sekolah gara-gara pernikahan dini. Sedangkan yang menjadi latar belakang dari pernikahan dini tersebut adalah minimnya ekonomi masyarakat.
Entah bagaimana sistem pemikiran masyarakat itu yang mengambil langkah pernikahan dini sebagai solusi untuk menghadapi masalah krisis ekonomi itu. Tapi yang jelas bagi saya langkah itu merupakan langkah yang sangat tidak baik, sebab mereka yang terputus pendidikannya akan kesulitan untuk memperoleh pengetahuan sehingga akibat dari keterbatasan pengetahuan tersebut akan menjadi pendorong bagi membengkaknya angka pengangguran.
Terlepas dari pembahasan pernikahan dini sebagai salah satu solusi menghadapi masalah krisis ekonomi, disisi lain juga terdapat sebagian besar perempuan yang menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) lagi-lagi untuk menghadapi masalah krisis ekonomi.
Cukup banyak perempuan yang melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi akan tetapi dirinya memilih jalan sebagai PSK untuk dapat membayar biaya kuliah. Keterhimpitan ekonomi memang menjadi permasalah yang cukup pelik sehingga tindakan untuk memilih berbagai macam cara akan dilakukan untuk menghadapi permasalahan tersebut.