Moh. Busri*
OPINI, Madurapost.id - Keberadaan perempuan selalu dipandang sebagai perhiasan terindah, bahkan peradaban yang baik juga ditentukan oleh moral perempuan itu sendiri. Kebangkitan kaum perempuan dalam melawan patriarki menjadi awal dari sejarah kemenangan perempuan dalam melawan segala penindasan hak terhadap dirinya.
Maka dengan kebangkitan itulah perempuan mulai mendapatkan hak yang sesungguhnya, baik hak dalam kebebasan berpendapat, hak perlindungan hidup, bahkan dalam hak memperoleh pendidikan. Tetapi persoalannya apakah hari ini perempuan telah merdeka dan mungkinkah perempuan telah dapat menikmati kemerdekaan itu.
Mungkin jawaban dari persoalan ini dapat dilihat dari kesadaran setiap individu seorang perempuan. Pada nyatanya setiap kesadaran seseorang tidak akan sama namun jika hak kemerdekaan itu tidak disadarinya maka perempuan akan kehilangan kesempatan untuk menikmati manisnya kemerdekaan hidup.
Berbicara sosok perempuan maka tidak akan pernah lepas dari sifat lemah lembut dan pola pikirnya yang penurut. Bahkan bahasa yang sering dijumpai, seorang perempuan lebih suka melampiaskan rasa keterkekangannya dengan cara menangis, itulah perempuan.