"Semoga jadi amal ibadah, kalau Pemerintah Kabupaten tidak mau memperbaikinya, tidak apa-apa. Kami akan terus patungan beli pasir batu, untuk perbikinya,"Kata Moh Akbar pemuda energik yang suka gotong royong. Kamis (27/02/2020).

Menurut salah seorang warga setempat Bapak Arifin mengatakan, jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak diperhatikan oleh pemerintah.

"Seingat saya, sudah berganti 4 Bupati, jalan poros di Desa Panaan ini tidak tersentuh oleh program perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Entah apa penyebabnya, saya juga tidak tahu,"ucapnya di tengah jalan kubangan air yang sedang diperbaiki.

Menurut Safrai BPD setempat, bahwa warga yang kurang faham terhadap jalan poros, pasti mengira Kepala Desa tidak pro rakyat dan membiarkan jalan tersebut sengaja dibiarkan hancur.

Tentunya semua biaya perawatan dan perbaikannya berada di Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.