Proyek Saluran Air Tanpa Identitas di Desa Sentol Disinyalir Dikerjakan Asal Banyak Untung

  • Bagikan
Para pekerja saat mengerjakan proyek saluran air tanpa papan informasi di pinggir Jl. Raya Sentol arah menuju MAN 1 Pamekasan (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Realisasi proyek irigasi atau saluran air di pinggir Jl. Raya Sentol arah menuju MAN 1 Pamekasan tepatnya di Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, terindikasi dikerjakan asal-asalan. Sehingga dikeluhkan banyak pihak.

Lantaran berdasarkan pantauan Wartawan MaduraPost dilokasi pada beberapa waktu yang lalu, nampak jelas tataan batunya ditata berdiri dan tidak rapi serta pada tiap-tiap pasangan batunya tidak semua diberikan adukan (campuran semen dan pasir).

BACA JUGA :  Proyek Pengeboran Gagal Kontruksi di Desa Rekkerrek Bikin Geram FAAM

Kemudian pada realisasi proyek abal-abal itu, selain takaran adukannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, juga nampak jelas terlihat tidak ada galian pondasi dindingnya.

Parahnya lagi, pelaksanaan proyek tersebut terindikasi melanggar Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Sebab, dilokasi proyek tidak terpampang papan informasi sebagai transparansi publik.

Sehingga menurut salah seorang warga setempat sebut saja Abdullah, dirinya sangat menyayangkan dan kecewa adanya realisasi proyek yang sepertinya sengaja dikerjakan tanpa identitas oleh pelaksana untuk menutupi penyimpangan-penyimpangannya.

BACA JUGA :  Tuntutannya Tak Ditindaklanjuti Kapolres Pamekasan, GPN Akan Bawa Peti Mati ke Mapolda Jatim

“Dalam Undang-undang kan sudah jelas masalah informasi publik itu, dan jelas mengamanahkan kepada masyarakat agar mengawasi pelaksanaan proyek-proyek dari Pemerintah. Nah, kalau tidak ada papan informasinya seperti itu, kan tidak jelas sumber dananya dari mana dan beberapa jumlah anggaran dan volume,” kesalnya, Jum’at (17/9/2021).

Pihaknya berharap dan meminta agar para kontrol sosial seperti para anggota LSM dan Wartawan di Kabupaten Pamekasan untuk bersama-sama dirinya menindaklanjuti realisasi proyek abal-abal tersebut.

BACA JUGA :  Larangan Mudik, Operasi Keselamatan Semeru 2021 Akan Berlangsung di Sumenep

“Karena saya dalam waktu dekat ini berencana akan mendatangi dan melaporkannya ke pihak-pihak terkait. Kalau perlu saya juga akan adukan ke pihak DPRD Pamekasan,” tegas Abdullah.

Sementara salah seorang pekerja saat ditemui dan ditanya siapa pemilik proyek tersebut mengatakan tidak tahu milik siapa.

“Tidak tahu mas punya siapa,” jawabnya singkat.

  • Bagikan