Pasar Burung Srimangunan Bakal Pindahkan Ke Margalela

Avatar
Foto : Beritama.id

BERITAMA.ID, SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang berencana akan merelokasi pedagang burung di pasar Srimangunan ke pasar Margalela di Jalan Syamsul Arifin, Kecamatan kota.

Kabid Pengelolaan Pasar, Disperdagprin Sampang, Sapta Nuris Ramlan, manyampaikan, pihaknya sudah menyediakan tempat khusus di pasar Margalela untuk pedagang burung berjualan.

Menurut dia, rencana relokasi pedagang burung dilakukan karena lokasi yang selama ini digunakan pedagang di pasar Srimangunan berada di bawah tangga. Sehingga mengganggu akses pengunjung pasar.

BACA JUGA :  Oknum Perangkat Desa Pasanggar Pegantenan Terindikasi Gelapkan Dana PKH dan BPNT

“Kami ingin penataan pedagang di pasar Srimangunan lebih bagus, dan mengembalikan fungsi tangga sebagai akses bagi pengunjung pasar,” kata Sapta. Sabtu (09/11/2019).

Dia menjelaskan, pasar Srimangunan masuk katagori pasar dengan kelas modern dan sehat. Pedagang burung atau unggas tidak boleh berjualan di pasar tersebut. Hal itu berdasarkan peraturan dalam program pasar sehat. Semua pedagang yang berjualan di pasar harus sesuai dengan kelas pasar.

BACA JUGA :  Peras Mantan Kades, Oknum Wartawan dan Pegawai Kecamatan di OTT Polres Pamekasan

“Pedagang akan ditempatkan di belakang pasar. Kami sudah menyediakan tempat dan fasilitas yang dibutuhkan pedagang,” ujarnya.

Sementara itu, Mustofa, 39, seorang pedagang burung di pasar Srimangunan, mengaku keberatan dan tidak setuju dengan rencana relokasi tersebut. Sebab, dibandingkan Margalela pasar Srimangunan jauh lebih ramai pengunjung, pembeli burung juga sudah terbiasa datang ke Srimangunan.

“Kalau pasarnya sepi lantas siapa yang mau beli dagangan kami. Kami jualan untuk menafkahi keluarga, buka untuk foya-foya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Gara-Gara Virus Corona, Pilkades Serentak di Sumenep Ditunda Lagi

Pria asal kecamatan Pangarengan itu menuturkan, jumlah pedagang burung yang berjualan di Srimangunan cukup banyak. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, setiap berjualan di pasar pedagang dikenai retribusi.

“Dulu semua pedagang burung di sini pernah dipindah ke Margalela. Tapi tak lama pindah lagi ke sini karena pasar sepi pembeli,” tandasnya. (Red-Zainal)