Umum  

Enam Hari ke Depan Pasang Air Laut Maksimum Berpotensi Banjir

Avatar
Ilustrasi

SUMENEP, MaduraPost – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, merilis imbauan pasang air laut maksimum selama enam hari ke depan.

BMKG mengimbau, agar masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem ini. Terhitung sejak tanggal 17 hingga 22 Desember 2021.

Kepala Satuan Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Daryanto menjelaskan, prakiraan cuaca maritim di wilayah Jawa Timur bernomor ME.01.02/195/KPRM/XII/2021 akan berlangsung sejak tanggal 17 hingga 22 Desember 2021.

Disebutkan, untuk daerah pesisir di wilayah Jawa Timur diharapkan mewaspadai munculnya pasang air laut maksimum.

BACA JUGA :  Kapolres Sumenep Ajak Anggota Bhayangkari Lakukan Pembinaan ke Ranting Wilayah

“Waspadai fenomena pasang maksimum air laut yang berpotensi mengakibatkan banjir rob,” tulis Daryanto dalam rilis prakiraan cuaca, Jumat (16/12/2021) kemarin.

Daerah terdampak pasang air laut maksimum diantaranya berada di dua titik. Pertama, di daerah Pelabuhan Surabaya yang diprakirakan terjadi pada pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Kedua, daerah pesisir Kalianget, Sumenep dan Pamekasan yang diprakirakan dapat terjadi pada pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Cuaca ekstrem ini akan berdampak dengan munculnya genangan air yang dapat menggangu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir pantai, aktifitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

BACA JUGA :  Dianggap Kangkangi UU Agraria, BPN Pamekasan Akan di Demo FARA dan SERBU

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi, juga mengimbau agar para nelayan siaga dan waspada.

Tidak menutup kemungkinan, akibat banjir rob ini akan ada tergerusnya tangkis laut atau perumahan yang ada di pinggir pantai.

Potensi peningkatan air laut yang menyebabkan banjir rob termasuk intensitas yang tinggi, untuk itu imbauan kepada masyarakat khususnya di pesisir dan nelayan agar mendengar informasi tersebut.

BACA JUGA :  Tim Audit Polda Jatim Berkunjung ke Mapolres Sumenep

Kedua, intensitas curah hujan yang tinggi juga menyebabkan genangan atau banjir, sehingga masyarakat tetap menjaga lingkungan. Seperti drainase dan gorong-gorong, serta jangan membuang sampah sembarangan.

“Karena ini bisa menyebabkan tersumbatnya aliran air dari gorong-gorong atau drainase menuju sunga,” kata Rahman, saat dihubungi MaduraPost melalui sambungan telponnya, Sabtu (18/12).

Soal sampah, masyarakat diminta harus punya kesadaran tinggi, jangan membuang sampah sembarangan, sebab muaranya dapat menyebabkan saluran drainase dan gorong-gorong bisa tersumbat, sehingga menyebabkan adanya genangan air atau banjir.