Dikerjakan Malam Hari, Proyek Hot-mix di Dempo Timur Berpotensi Menyimpang

  • Bagikan
Realisasi proyek pengaspalan Hot-mix di Jl. Raya Dempo Timur - Prancak setelah selesai pengerjaan lapis pondasi agregatnya (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalan Hot-mix atau Pemeliharaan Berkala Jalan (DID); Pemeliharaan Berkala Jalan Dempo Timur – Prancak (98) tepatnya di Dusun Mojang, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terkesan dipaksakan.

Lantaran pelaksanaan proyek yang lending sektornya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pamekasan tersebut dikerjakan pada malam hari. Kendati demikian, hal itu berpotensi terjadinya penyimpangan.

Selain itu, pengerjaan proyek yang sumber dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan yang dikerjakan oleh CV. DINAR CAHYA dengan pagu anggaran sebesar Rp 499.740.667,00 itu diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB.

BACA JUGA :  Satgas Covid-19 Karang Penang Bekerja sama dengan PKH Kecamatan Lakukan Sosialisasi Pencegahan Virus Corona

Sebab berdasarkan pantauan Wartawan MaduraPost dilokasi, nampak jelas hamparan material lapis pondasi agregatnya tidak merata (bergelombang) dan ketebalannya (material lapis pondasi agregat) pada beberapa bagian hanya kurang lebih 2 – 3 cm saja.

Parahnya lagi, pelaksanaan proyek tersebut disinyalir telah melabrak Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Sebab di lokasi proyek tidak ada papan informasi sebagai transparansi publik.

Akibat dari pengerjaan proyek yang terkesan mau dikerjakan asal jadi tersebut, telah membuat salah seorang Pengendara Mobil sebut saja Achmad geram. Karena mobilnya tadi malam sekira pukul 21.30 WIB tidak bisa melintas.

“Bagaimana saya tidak kesal dan geram mas, saya yang terburu-buru berangkat dari rumah ternyata sampai ke kesini mobil saya tidak bisa lewat, bagaimana bisa lewat kalau material-material proyek ini ditumpuk di tengah jalan seperti ini,” kesalahannya saat ditemui oleh Awak Media ini, Senin (8/11/) malam.

BACA JUGA :  PKN RI Pamekasan Sikapi Realisasi Proyek Saluran Air Abal-abal di Kowel

Menurutnya, pelaksanaan proyek tersebut sangat aneh. Karena selain tumpukan materialnya sempat mengganggu akses jalannya, ia menduga kalau pelaksanaannya itu disengaja untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan.

“Kalau tidak demikian, kenapa dikerjakan malam hari, itu kan aneh namanya. Yang pasti, kalau dikerjakan malam hari seperti ini siapa yang mau ngawasi. Jujur, saya sangat kesal dan jengkel banget mas,” ungkapnya.

Sementara salah seorang warga setempat inisial MP mengatakan, kalau dirinya sangat kecewa pada pelaksanaan proyek tersebut.

BACA JUGA :  Gegara Ingin Membeli Handphone, Pelajar di Pamekasan Nekat Mencuri Beras, Kini Berurusan Dengan Polisi

“karena gorong-gorong yang hampir ambruk dan sudah tidak berlubang itu tidak diperbaiki terlebih dahulu. Itu kan sangat membahayakan para pengguna jalan,” katanya, Selasa (9/11/2021).

Lebih lanjut ia memaparkan kalau dirinya dan tentunya masyarakat yang lain merasa senang dengan adanya perbaikan jalan itu.

“Saya jujur senang jalan ini diperbaiki mas, cuma saya juga kecewa kalau perbaikannya sepertinya mau dikerjakan asal jadi seperti itu,” kesalnya.

Maka dari itu MP berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten, seluruh anggota LSM dan Media di Pamekasan untuk ikut memantau jalannya pelaksanaan proyek tersebut.

  • Bagikan