Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

BNNK Sumenep Tahu Lokasi Gembong Bandar Narkoba, Dimana ?

Avatar
42
×

BNNK Sumenep Tahu Lokasi Gembong Bandar Narkoba, Dimana ?

Sebarkan artikel ini
KONFERENSI PERS : Press Release tahunan berlangsung di Kantor BNNK Sumenep. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Madura, Jawa Timur, gelar konferensi pers di Kantor setempat. Selasa, 30 Nevember 2021 sore.

Diketahui, selama tahun 2021 BNNK Sumenep berhasil memberantas 7 Laporan Kasus Narkotika (LKN). Rinciannya, 8 berkas, 9 tersangka dengan total barang bukti sabu 41,02 gram.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Target BNN cuma 2 berkas, tapi kita berhasil mengungkap 8 berkas,” ungkap Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno dalam konferensi persnya, Selasa (30/11).

Baca Juga :  Kasus Korupsi PEN 2020 di Sampang Menguat, Kejari Isyaratkan Tersangka Tambahan

Bambang menyebutkan, terbanyak pengungkapan kasus narkoba di tahun ini dari Kecamatan Talango.

“Terbanyak dari Kecamatan Talango, dan rata-rata dari semua tersangka berumur dibawah 50 tahun,” terangnya.

Pihaknya mengatakan, wilayah Bali, Banyuwangi dan Malaysia menjadi jalur utama masuknya narkoba ke Sumenep.

“Ada yang dari Malaysia, Bali juga Banyuwangi masuknya ke Sumenep,” sebutnya.

Baca Juga :  Rekonstruksi Kasus Kurir JNT Dianiaya Pembeli COD di Pamekasan, Polisi: Untuk Perjelas Peran Pelaku

Sebagai upaya untuk menghentikan serta memutus mata rantai jaringan dan pasokan Narkoba di pasaran, pihaknya mengajak seluruh elemen membangun komitmen sesuai UU 35 Tahun 2009 dalam melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kami mengajak semua pihak untuk mewujudkan komitmen moral secara konsisten dalam melaksanakan upaya P4GN melalui bentuk apapun di Kabupaten Sumenep,” urainya.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Tinjau Uji Coba Padi HMS 700, Targetkan Hasil Panen di Sumenep Tembus 10 Ton per Hektare

Disamping itu, peredaran narkoba menurut Bambang, memang kebanyakan lewat jalur laut.

“Kecamatan rawan narkoba pasti ada. Tentu banyak, tapi kalau pengungkapan kasus banyak di Kota,” tuturnya.

Bambang mengatakan, jika sebenarnya pihaknya mengetahui dimana gembong Bandar yang ada di Kabupaten ujung timu Pulau Madura ini. Sayangnya, ia tidak menyebutkan di daerah mana.

“Yang jelas BNN tahu bandar narkoba itu dimana,” timpalnya.