Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bappeda Sumenep Dorong Mahasiswa Kawal Pembangunan Lewat Kajian Kritis terhadap RPJMD

Avatar
21
×

Bappeda Sumenep Dorong Mahasiswa Kawal Pembangunan Lewat Kajian Kritis terhadap RPJMD

Sebarkan artikel ini
SIMBOLIS. Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (tengah), saat berfoto bersama sejumlah anggota BEM INKADHA usai mengisi Kongres VI Aliansi BEM Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)
SIMBOLIS. Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto (tengah), saat berfoto bersama sejumlah anggota BEM INKADHA usai mengisi Kongres VI Aliansi BEM Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mengajak kalangan mahasiswa untuk turut aktif berkontribusi dalam mengawasi serta memberikan masukan terhadap arah pembangunan daerah, terutama dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat hadir sebagai narasumber dalam gelaran Kongres VI Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep yang digelar di kampus Institut Kariman Wirayuda (INKADHA), belum lama ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Demi Membangun Generasi Berprestasi, SMA Negeri 1 Ketapang Adakan Lomba Biosmatika Tingkat SMP Se – Madura

“Peran mahasiswa sangat krusial dalam mendorong perubahan. Mereka adalah agen intelektual yang mampu menyumbangkan pemikiran kritis dan solutif demi terciptanya pembangunan yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutur Arif, Jumat (11/7).

Ia menegaskan, bahwa saat ini Pemkab Sumenep tengah merancang dokumen RPJMD terbaru yang akan menjadi acuan pembangunan lima tahun ke depan. Proses tersebut kini sedang dibahas bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumenep.

Baca Juga :  Atlet Bulutangkis PB. Angkasa Pamekasan Kembali Menjalani Karantina Di PB Djarum Kudus

“Kalau mahasiswa memahami isi dan arah RPJMD, mereka bisa mengawal implementasinya dengan lebih tajam serta menyampaikan kritik yang membangun,” sambungnya.

Kongres VI Aliansi BEM Sumenep sendiri mengangkat tema ‘Merawat Nalar Kritis Mahasiswa dalam Menakar Kebijakan Publik: Demokrasi atau Sekadar Aksi?’, yang menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah pemahaman terhadap kebijakan publik sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya partisipasi dalam proses pembangunan.

Baca Juga :  Komunitas JLB Bersama Caper2197 Santuni Anak Yatim di Bulan Muharram

Kegiatan ini pun menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk merefleksikan peran mereka sebagai bagian dari pilar pengawasan sosial, sekaligus membangun sinergi positif dengan pemerintah daerah demi terwujudnya pembangunan inklusif dan berkelanjutan.***