Scroll untuk baca artikel
Daerah

Warga Bantah Klaim Swadaya, Kades Terosan Sampang Disorot Terkait Rabat Beton Retak

Avatar
×

Warga Bantah Klaim Swadaya, Kades Terosan Sampang Disorot Terkait Rabat Beton Retak

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan rabat beton yang sudah retak di desa terosan kecamatan banyuates (istimewa/madurapost).

SAMPANG, MaduraPost — Proyek rabat beton di Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, yang disebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan. Jalan yang diklaim baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu itu kini tampak mengalami retakan memanjang dan melebar di sejumlah titik.

Pantauan warga, retakan muncul di badan jalan dengan pola terbelah di bagian tengah dan sisi samping. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya persoalan teknis dalam pengerjaan, mulai dari campuran material hingga proses pemadatan dasar jalan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sejumlah warga yang ditemui MaduraPost menyebut proyek tersebut belum genap enam bulan selesai dikerjakan. Mereka menilai kerusakan dini itu mengindikasikan kualitas konstruksi yang patut dipertanyakan.

Baca Juga :  Pentas Drama Kolosal Resolusi Jihad NU, Tandai Hari Santri 2024 di Tugu Pahlawan Surabaya

“Kalau melihat kondisinya, ini belum lama selesai. Tapi retaknya sudah melebar. Kami menduga ada yang tidak sesuai spesifikasi,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sorotan pun mengarah kepada Kepala Desa Terosan, BG Slamet Riyadi. Upaya konfirmasi yang dilakukan MaduraPost melalui sambungan telepon dan pesan singkat hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons.

Namun, dalam pemberitaan media lain, dutamasyarakatnews.com, Slamet Riyadi memberikan klarifikasi bahwa jalan rabat beton yang mengalami kerusakan tersebut bukan berasal dari anggaran Dana Desa.

Baca Juga :  Dua PPID di Pamekasan Bikin LSM TOPAN RI Tidak Bertaji dan Jengkel

“Proyek jalan rabat beton tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat yang dibangun secara gotong royong oleh warga setempat,” ujarnya seperti dikutip dari dutamasyarakatnews.com.

Pernyataan itu justru memantik reaksi warga. Mereka membantah klaim bahwa jalan yang retak tersebut merupakan hasil swadaya.

“Saya tahu mana batas jalan swadaya masyarakat dan mana yang dikerjakan melalui Dana Desa. Jangan sampai publik dibingungkan,” kata seorang sumber warga kepada MaduraPost.

Warga berharap pemerintah desa bersikap terbuka dan menyampaikan penjelasan secara transparan terkait sumber anggaran serta spesifikasi teknis pekerjaan. Mereka juga meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak terkait untuk memastikan apakah proyek tersebut sesuai dengan perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Baca Juga :  Musrenbang 2021 di Kecamatan Sokobanah, Bupati Sampang : 2023 Targetkan Infrastruktur 80% Terealisasi

Secara teknis, retakan pada rabat beton dalam waktu relatif singkat dapat disebabkan berbagai faktor, seperti mutu campuran beton yang tidak memenuhi standar, ketebalan yang tidak sesuai perencanaan, atau kondisi tanah dasar yang kurang stabil. Namun, untuk memastikan penyebabnya, diperlukan audit teknis oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi lanjutan dari Pemerintah Desa Terosan terkait polemik tersebut. MaduraPost akan terus berupaya meminta klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.