SUMENEP, MaduraPost – Program Innovative Collaborative Project (ICP) yang diinisiasi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura memperoleh respons positif dari BPRS Bhakti Sumekar.
Skema tersebut dipandang sebagai terobosan nyata dalam menumbuhkan pelaku usaha baru dari kalangan mahasiswa.
Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menilai pelibatan sekitar 1.000 mahasiswa melalui pengelolaan 100 stan toko mencerminkan konsep kolaborasi yang progresif.
Menurutnya, pendekatan ini menjadi jembatan antara teori di bangku kuliah dengan praktik bisnis secara langsung, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Program ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus langsung praktik bisnis guna mengembangkan potensi menjadi pelaku usaha baru,” ujarnya, Senin (4/5).
Ia menjelaskan, ratusan stan yang dikelola mahasiswa itu bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ruang praktik yang dirancang sebagai laboratorium kewirausahaan. Melalui mekanisme tersebut, kreativitas dan daya saing mahasiswa diasah sejak dini.
Sebagai bentuk komitmen, BPRS Bhakti Sumekar menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan serta akses pembiayaan berbasis prinsip syariah guna menopang keberlanjutan usaha yang dirintis mahasiswa.
Inisiatif UNIBA Madura ini dinilai selaras dengan visi perbankan daerah dalam mendorong aktivitas ekonomi yang produktif dan berdampak luas.
Kerja sama antara institusi pendidikan dan lembaga keuangan diyakini dapat membangun ekosistem kewirausahaan yang berkesinambungan di Madura.
“Kami mendukung penuh karena hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi generasi muda yang inovatif,” katanya.***






