Scroll untuk baca artikel
Headline

Ponpes Al-Zaytun Akan Jadikan Santri Putri Khotib Sholat Jum’at

Avatar
×

Ponpes Al-Zaytun Akan Jadikan Santri Putri Khotib Sholat Jum’at

Sebarkan artikel ini
Screenshot: kunjungan Kemenag Indramayu ke Ponpes Al Zaytun Indramayu, bicara soal santri putri akan dijadikan khatib salat Jumat-Youtube-Ponpes Al Zaytun/jambi-independent.co.id-Youtube-Ponpes Al Zaytun

NASIONAL, MaduraPost – Setelah berhasil membuat geger ummat islam terkait Sholat Idul Fitri yang bercampur antata Laki laki dan Perempuan, Kini Pengasuh Pondok Pesantren Al-Zaytun akan menjadikan Perempuan sebagai Khatib waktu sholat Jum’at.

Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang menyampaikan hal tersebut di depan rombongan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, yang berkunjung ke tempatnya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu menyatakan, dalam waktu dekat Ponpesnya akan menjadikan pelajar putri sebagai Khatib Jumat, saat salat Jumat.

Baca Juga :  Pemdes Pandian Sumenep Mengucapkan, Selamat Hari Pers Nasional 2021

Pernyataan Panji Gumilang tersebut dapat dilihat di kanal YouTube @Al Zaytun Official.

Bahkan, di depan rombongan Kemenag itu, pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu tak segan menantang Departemen Agama.

Dirinya menyebut tidak masalah jika Depag mau marah terhadap rencana Ponpes Al Zaytun Indramayu untuk menjadikan santri putri sebagai khatib Jumat.

“Ini sebentar lagi Khatib Jumat dari pelajar putri,” ucap Panji Gumilang.

“Terlepas Departemen Agama mau marah juga ga apa,” timpalnya.

Baca Juga :  Kepala Dinkes P2KB Sumenep Pastikan Layanan Puskesmas Tetap Optimal Selama Libur Lebaran

Anehnya, rombongan Kemenag yang mendengar hal tersebut tak merespon.

Mereka hanya tersenyum saja atas rencana pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu untuk menjadikan santri putri sebagai khatib salat Jumat.

Tentu saja netizen langsung merespon hal ini.

Terutama kekecewaan atas Kemenag Indramayu dan Ponpes Al Zaytun Indramayu.

Kemenag Indramayu dinilai alot dan justru selalu mengaminkan apa yang disampaikan pihak Ponpes Al Zaytun Indramayu.

Padahal, menurut netizen, apa yang diinisiasi oleh Ponpes Al Zaytun itu adalah mengenai suatu pandangan yang dinilai menyimpang dari syariat ajaran Islam.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona, Puskesmas Pasean Lakukan Penyemprotan Disinfektan Kepada Warga Yang Datang Dari Luar Kota

Sehingga, warganet justru merasa tak puas dan bahkan jengkel mendengar pernyataan Panji Gumilang yang dinilai bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Terlebih, untuk menjadikan perempuan sebagai Khatib Jumat. Hal ini dinilai sangat bertentangan dengan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW.

“Parah, tanda kiamat sudah semakin dekat dan terlihat,” tulis akun @kotak0.

“Kemenag MUI ga punya ilmu kayaknya, mana argumenmu Kemenag NU,” cetus akun @MAMANG maxim.

Dilansir: Disway.id