Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Warga Hentikan Paksa Pengerjaan Perbaikan Tugu di Probolinggo

Avatar
36
×

Warga Hentikan Paksa Pengerjaan Perbaikan Tugu di Probolinggo

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO, MaduraPost – Perbaikan tugu batas antar Kecamatan Dringu dengan Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dihentikan secara paksa oleh warga.

Sebab perbaikan tugu batas itu tidak boleh dilanjutkan, karena letak tugu sekarang dengan dulu beda jauh. Sebelumnya tidak ada koordinasi dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK BBPJN VIII)  Probolinggo-Paiton-Situbondo dengan kontraktor PT. Abib Raya Brantas.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Konflik Pembangunan Tambak Garam, Kades Gersik Putih Diduga Kabur Hingga Enggan Berkomentar? Kuasa Hukum Sebut Begini

Camat Dringu Siti Mualimah saat dikonfirmasi MaduraPost mengungkapkan, warga protes dan langsung melaporkan perbaikan tugu itu ke desa. Lalu pihak desa meneruskan laporan ke pihak kecamatan.

“Kami perintahkan petugas untuk mengecek ke lokasi yang terletak di Dusun Parsean, Desa Tamansari. Warga bersama perangkat desa datang ke kantor kecamatan melaporkan perbaikan tugu. Kita kemudian bersama-sama kelokasi pekerjaan. Jadi kami hentikan sementara,” ungkapnya, Minggu (6/12/2020).

Baca Juga :  Modus Data Kredit, Pegawai Bank BUMN Garong Rp 584 Juta di Bangkalan

Menurutnya, pada tahun 2019, tugu batas antar kecamatan itu kena proyek pelebaran jalan. Sehingga tugu terpaksa dibongkar dan digeser ke dalam dari bahu jalan.

“Digesernya tugu tersebut diprotes warga, karena membuat warga protes dan meminta untuk dihentikan,” jelas bu Ima sapaan akrabnya.

Disisi lain PPK BBPJN VIII Probolinggo-Paiton-Situbondo Hariani membenarkan jika perbaikan tugu dihentikan warga setempat. Namun terkait hal ini, pihak PPK akan berkoordinasi dengah pihak kecamatan tentang kelanjutan perbaikan tugu batas tersebut.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Salurkan 6 Ribu Paket Sembako di 6 Kecamatan

“Nanti kami akan koordinasi dulu dengan pihak kecamatan, perbaikan sudah berjalan selama tiga hari. Tapi kemarin dihentikan warga,” pungkasnya.

(Mp/msh/rus)