Namun, hingga Kamis siang, ia belum berhasil dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa kepala dinas sedang berada di luar kota.

Situasi ini menempatkan Dinkes P2KB Sumenep pada tuntutan untuk memberikan kepastian. Sebab, ketika kematian pasien BPJS di RS BHC telah menjadi perhatian publik dan DPRD Sumenep sudah turun ke lapangan, masyarakat masih harus menunggu pelaksanaan pemeriksaan dari instansi yang memiliki kewenangan teknis di bidang kesehatan.

Pertanyaannya bukan hanya kapan tim investigasi dibentuk, melainkan kapan pemeriksaan benar-benar dilakukan, apa saja yang akan ditelaah, dan bagaimana hasilnya disampaikan secara transparan.

Selama jadwalnya belum pasti dan pemeriksaan belum terlaksana, publik belum memiliki kejelasan mengenai tindak lanjut dari Dinkes P2KB Sumenep atas kasus tersebut.***