“Kejadian kemarin benar-benar menjadi atensi bagi kami, sehingga ke depan kami akan berusaha maksimal agar tidak terjadi hal serupa,” ujarnya.

Kendati suporter tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion, panitia tetap menyediakan akses bagi masyarakat untuk mengikuti jalannya turnamen. Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube RRI Sumenep.

Pada Sabtu (24/10/2026), dua pertandingan perempat final dijadwalkan berlangsung. Kecamatan Sapeken akan berhadapan dengan Kecamatan Arjasa pada pukul 14.00 WIB, kemudian Kecamatan Pasongsongan melawan Kecamatan Nonggunong pada pukul 15.30 WIB.

Kompetisi selanjutnya memasuki babak semifinal pada Senin (26/10/2026), sebelum ditutup dengan pertandingan final pada Kamis (29/10/2026).

Panitia berharap perubahan aturan tersebut tidak mengurangi tujuan utama turnamen sebagai ruang pembinaan dan pengembangan bakat sepak bola usia muda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Seluruh tim diminta mematuhi ketentuan yang berlaku serta mengedepankan sikap sportif sepanjang pertandingan.

Di akhir keterangannya, Hasbul menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang sempat mengganggu pelaksanaan turnamen. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu kompetisi tetap berlanjut.

“Mari jaga sportivitas dan solidaritas,” pungkasnya.***