SAMPANG, MaduraPost - Di tengah perjalanan menuju agenda reses, Slamet Ariyadi menyempatkan diri berhenti ketika melihat sejumlah anak sekolah menghampirinya.
Tak ada persiapan khusus, apalagi agenda yang direncanakan. Hanya roti yang kebetulan tersedia di mobil, lalu dibagikan kepada anak-anak yang ditemuinya di jalan.
Momen sederhana itu terjadi di Desa Tlambah, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Kamis (15/10/2026) siang.
Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut tengah menuju lokasi kegiatan reses ketika perjumpaan singkat itu berlangsung.
Alih-alih terus melaju mengejar agenda, Slamet memilih turun dari mobil. Ia kemudian membagikan roti kepada para siswa yang menghampirinya.
“Karena kebetulan saya sedia roti di mobil, saya turun bagikan roti kepada siswa,” ungkap Slamet, Kamis sore pada MaduraPost.
Tak ada seremoni dalam peristiwa tersebut. Roti yang tersedia di mobil menjadi sesuatu yang bisa dibagikan saat itu juga. Sebuah tindakan spontan yang memperlihatkan bagaimana perjumpaan di jalan dapat menjadi kesempatan untuk menyapa dan berbagi dengan masyarakat.
Bagi Slamet, perjalanan menuju agenda kedewanan bukan semata-mata soal tiba di lokasi sesuai jadwal. Dalam perjalanan itu, ia juga berkesempatan bertemu langsung dengan warga, termasuk anak-anak sekolah yang ditemuinya di Desa Tlambah.
Sikap tersebut memberi gambaran tentang sosok Slamet yang berusaha menjaga kedekatan dengan masyarakat. Meski kini duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, ia tetap memiliki ruang untuk melakukan hal-hal sederhana ketika bertemu warga di lapangan.
Sebelum melanjutkan perjalanan, Slamet juga memberikan bantuan amal untuk masjid yang berada di sepanjang jalur yang dilaluinya. Aktivitas itu dilakukan di sela perjalanan menuju Kecamatan Karangpenang.
Dua peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan siang itu. Ada bantuan untuk rumah ibadah dan ada roti yang dibagikan kepada anak-anak sekolah. Keduanya berlangsung di luar agenda utama reses yang hendak dijalaninya.
Slamet merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI, yang mencakup wilayah Madura. Pada masa reses kali ini, ia berencana berada di daerah pemilihan selama sekitar satu pekan.
“Insyaallah resesnya selama seminggu,” ujarnya.
Masa reses menjadi kesempatan bagi anggota legislatif untuk kembali ke daerah pemilihan, bertemu masyarakat, serta menyerap aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.
Pertemuan semacam ini penting agar suara warga tidak hanya terdengar melalui laporan, tetapi juga dapat disampaikan secara langsung.
Di Desa Tlambah, perjalanan Slamet menuju agenda reses sempat diwarnai perjumpaan singkat dengan anak-anak sekolah. Ia turun dari mobil, membagikan roti yang tersedia, lalu melanjutkan perjalanan.
Barangkali, bagi anak-anak itu, pertemuan tersebut hanya berlangsung sebentar. Namun, perhatian kecil yang datang secara spontan bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka.
Sebab, kedekatan seorang wakil rakyat dengan masyarakat tidak selalu harus hadir dalam forum resmi.
Terkadang, ia tumbuh dari perjumpaan sederhana di pinggir jalan, ketika seseorang bersedia berhenti sejenak, menyapa, dan berbagi apa yang dimilikinya.***